
TAPAKTUAN - Sistem perawatan pasien secara modern selain lebih praktis juga dapat menyembuhkan luka akut atau kronis yang diderita pasien diabetes. Pernyataan itu diungkapkan Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU), Asrizal SKep dalam seminar bertema “Perawatan Luka Modern dan Hipnoterapi Keperawatan”, di Gedung Pertemuan Rumoh Agam, Tapaktuan, Aceh Selatan, Sabtu (22/2).
“Dengan sistem modern, setelah luka dibersihkan, dibalut dan dibiarkan lembab. Tujuannya agar proses penyembuhan jaringan lebih cepat dan terhindar dari invansi kuman. Contohnya, dalam penanganan luka pada kasus diabetes yang dapat disembuhkan secara sempurna dengan sistem perawatan luka modern,” papar Asrizal dalam seminar yang diselenggarakan Akper Pemkab Aceh Selatan bekerja sama dengan Asri Wound Care Center Medan.
Pemateri lainnya yang juga dari Fakultas Keperawatan USU, Ikram SKep Ns MKep dalam paparannya tentang prolog insentif care mengatakan, para perawat harus mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap pasien yang sudah masuk ke ruang insentif care akan berakhir dengan kematian.
“Sebenarnya, anggapan seperti itu keliru jika pola penanganan atau tindakan medis yang dilakukan dapat diubah oleh para tenaga medis,” paparnya di hadapan puluhan mahasiswa Akper dan perawat se-Aceh Selatan.
Direktur Akper Pemkab Aceh Selatan T Cut Lizam S Pd MPH mengatakan, seminar sehari ini diikuti para dosen dan puluhan mahasiswa program khusus serta mahasiswa reguler Akper Pemkab Aceh Selatan. “Seminar ini kami gelar untuk penyegaran dan ilmu pengetahuan baru bagi mahasiswa dan tenaga perawat agar dalam memberikan pelayanan atau tindakan medis mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujar T Cut Lizam.(tz)